Saat memilih batu alam untuk proyek arsitektur dan interior, ketebalan batu bukan hanya detail teknis—melainkan secara langsung memengaruhi biaya, kinerja struktural, transportasi, serta daya tahan jangka panjang.
Memahami cara kerja ketebalan batu membantu pemilik proyek, desainer, dan kontraktor dalam mengambil keputusan yang lebih tepat.
Standar Ketebalan Umum untuk Pelat Batu Alam
Menurut standar industri, pelat batu dekoratif alam umumnya diklasifikasikan ke dalam empat kategori berdasarkan ketebalannya:
Pelat dengan Ketebalan Standar: 18 mm / 20 mm
Ketebalan yang paling umum digunakan untuk lantai interior, pelapis dinding, meja dapur (countertop), serta proyek komersial.
Memberikan keseimbangan antara kekuatan, biaya, dan fleksibilitas dalam proses fabrikasi.
Pelat Tipis: 10 mm – 15 mm
Sering digunakan untuk aplikasi dinding, panel dekoratif, dan area dengan kebutuhan beban yang lebih rendah.
Bobot yang lebih ringan membantu mengurangi biaya pemasangan dan transportasi.
Lembaran Ultra-Tipis: Di bawah 8 mm
Terutama digunakan dalam proyek dengan persyaratan pengurangan bobot yang ketat atau pertimbangan penghematan material.
Biasanya dikombinasikan dengan bahan pelapis atau panel komposit untuk penguatan.
Lembaran Tebal: Lebih dari 20 mm
Dirancang untuk aplikasi tugas berat seperti lantai penahan beban, anak tangga, pelapis eksterior, dan sistem fasad di mana kekuatan yang lebih tinggi diperlukan.
Bagaimana Ketebalan Batu Mempengaruhi Biaya Proyek
Ketebalan batu memiliki pengaruh langsung terhadap hasil balok (block yield) dan biaya bahan.
Selama pemotongan balok, lempengan yang lebih tipis menghasilkan output yang lebih tinggi per meter kubik batu baku. Hasil yang lebih tinggi berarti biaya per meter persegi menjadi lebih rendah.
Dengan asumsi ketebalan mata gergaji sebesar 2,5 mm, hasil lempengan marmer per meter kubik adalah sekitar:
ketebalan 18 mm: ~45,5 m²
ketebalan 20 mm: ~41,7 m²
ketebalan 25 mm: ~34,5 m²
ketebalan 30 mm: ~29,4 m²
Seiring peningkatan ketebalan, hasil produksi menurun, sehingga menyebabkan kenaikan biaya bahan.
Bagaimana Ketebalan Mempengaruhi Kinerja dan Kualitas Batu
Ketebalan juga memainkan peran kritis dalam kinerja mekanis lempengan batu:
Lempengan yang lebih tipis memiliki kekuatan tekan lebih rendah dan lebih rentan mengalami retak atau patah selama proses fabrikasi, pengangkutan, atau pemasangan.
Lempengan yang lebih tebal memberikan ketahanan beban yang lebih kuat, daya tahan yang lebih baik, serta kinerja jangka panjang yang lebih optimal—terutama pada aplikasi dengan lalu lintas tinggi atau aplikasi struktural.
Memilih ketebalan yang salah dapat menimbulkan risiko pemasangan atau kenaikan biaya yang tidak perlu.
Memilih Ketebalan yang Tepat Untuk Proyek Anda
Ketebalan batu yang ideal bergantung pada beberapa faktor:
Jenis aplikasi (lantai, dinding, fasad, meja dapur, dan sebagainya)
Persyaratan beban dan struktural
Metode Pemasangan
Anggaran dan efisiensi material
Batasan pengangkutan dan berat
Untuk aplikasi batu berbasis proyek, pemilihan ketebalan harus selalu dievaluasi bersamaan dengan metode fabrikasi dan desain pemasangan.
Di YUSHI STONE, kami membantu klien proyek memilih ketebalan batu yang paling sesuai berdasarkan gambar, kondisi penggunaan, dan tujuan pengendalian biaya — sehingga kinerja dan nilai tetap terjamin.
Berita Terkini2026-02-24
2026-02-19
2026-02-17
2026-02-16
2026-02-14
2026-02-13